Saturday, February 05, 2011

Cinta? Perjuangkanlah!!!

Sebulan ini...
Ya hampir sebulan mereka berbicara di telingaku,
Bukan lagi berbisik, mereka berbicara...
Bukan gula yang mereka sisipkan pada secangkir kopi,
Mereka mengganti Cappuccino kesukaanku dengan secangkir kopi hitam pekat, sekali lagi tanpa gula.

Hei...
Kalau memang cinta, perjuangkanlah!
Mereka berbicara, bukan berbisik.
Jangan kamu hirup harumnya kopi hitam, rasakanlah!

Pahit...
Ya kopi ini memang pahit
Mereka bilang aku akan menyukainya setelah ribuan detik kusesap
Pahit...
Ya kopi ini memang pahit
Aku menyukainya setelah ribuan detik kusesap
Ada manis yang menjalar perlahan,
Perlahan yang membawa damai

Aku tak suka kopi hitam pekat, sayang...
Aku sesap kopi ini agar ia bercinta dengan lidahku
Pahit...
Tapi aku menyukainya
Aku butuh gula, sayang!
Mungkin juga tidak, karena kopi hitam ini terlanjur aku menyukainya.

4 comments:

  1. typo here: Aku menukainya setelah ribuan detik kusesap
    *kasih surat tilang*

    Saya nggak tahu 'cerita di balik puisi ini', atau ini bukan puisi ya? :D, tapi saya suka pesan yang saya tangkap yaitu berusaha menyukai sesuatu yang baru. Well, kadang saya pribadi terlalu nyaman dalam comfort zone dan tidak pernah mau mencoba hal yang baru. :)

    Selamat siang! :)

    @labumerah

    ReplyDelete
  2. Prriiittt.... Kena tilang deh?? Tapi mana yaa kok keliatannya bener tulisannya :p *curang di edit*

    Pesannya malah kebalik, kopi itu beragam rasanya, kalau kamu memang bener-bener cinta sama kopi, harus bisa suka semuanya, mau kopi itu manis atau pahit. Setia untuk kopi. :)

    *send u a cup of coffee*

    ReplyDelete
  3. mana iklannya nih..

    ReplyDelete
  4. tanpa kopi cinta itu terasa pahit.
    aku penikmat kopi.. (mungkin) juga pahit

    ReplyDelete