Showing posts with label Traveling. Show all posts
Showing posts with label Traveling. Show all posts

Wednesday, October 10, 2012

Trip Pulau Harapan ala Backpacker

Heeiii perjalanan kali ini masih ala backpacker, masih dengan temen-temen segeng ransel saya ke Karimun dan Thailand dulu, bedanya kali ini kami ber-dua-belas dimana semuanya perempuan, kebayang kan guys ramenya gimana...

Perjalanan seperti biasanya di arrange dari jauh hari, which means minimal satu/dua bulan sebelumnya untuk menyamaratakan jadual, alhamdulillah untuk menyatukan 12 kepala tidak begitu ada kendala karena perjalanan dilakukan hanya di hari Sabtu dan Minggu. Awalnya kami ingin perjalanan backpacker sejati, tidur dibawah tenda dan melakukan segala kegiatan sendiri, tapppiiiiiii...... Setelah temenku Mbak Yani kirim email (sampe seharian itu centang-centing melulu balesan bunyi notif email sesudahnya) compare harga paket tenda atau sewa rumah, ternyata yang bikin ribet tenda itu harus kita bangun sendiri, kebayang kan gimana langsung ciutnya hati ditambah lagi biaya sewa lebih mahal, loh kok bisa ya? yah gak tau deh, intinya kami memutuskan untuk sewa rumah dengan 2 kamar dan ruang keluarga yang cukup luas dan disediakan TV, disediakan makan juga. Sedikit info nih, Mbak Yani dan Mbak Diah itu jagoan-jagoannya backpacker, maksudnya mereka sering pelesiran, jagonya bikin itinerary, penyelamat kami semua para newbe... :p

Sabtu, 6 Oktober 2012 meeting point kami di Pom Bensin Muara Angke Jakarta jam 6 pagi, Fyi untuk yang daritadi dibenaknya Pulau Harapan itu dimana, jadi pulau itu termasuk di dalam gugusan Kepulauan Seribu DKI Jakarta. Karena saya dan teteh berangkat dari Rawamangun, kami memakai taksi untuk menuju kesana, alhamdulillah ada tiga orang yang berangkat dari Rawamangun juga, so kami share taksi Blue Bird yang sudah dipesan dari malam hari untuk keberangkatan jam lima pagi (sebenarnya maksimal penumpang taksi itu berlima, karena nakal kami bujuk drivernya mau juga dia dengan tambahan ongkos pastinya ya). Sesampainya di Muara Angke ternyata Pom Bensin itu sudah dipenuhi para pelancong yang ingin berpelesir ke Kepulauan Seribu Juga, wwooowwww crowded, sampai memasuki salah satu mini market macet sama orang yang bersiap membawa perbekalan dan Antimo.

Waktu ketemu Mbak Yani ternyata sudah ditunggu juga dengan seorang Bapak yang mungkin sebelumnya sudah dihubungi Mbak Yani ini, jadi dari pom bensin ke kapal kami diantar sampai sana, mungkin salah satu abk-nya juga. Suasana kapal mini feri itu sama aja dengan kapal feri waktu ke Karimun Jawa, penuh sama pelancong yang bersatu dengan penduduk-penduduk di Kepulauan seribu dan sayur-sayur, sayangnya kami sampai kapal telat jadi harus berpencar mencari tempat duduk, tempat duduk disini bukan pake tempat duduk kursi ya, tapi ngemper di lantai kapal, semuanya tanpa terkecuali, mau kamu bule atau siapa semua bareng-bareng dan bisa dibilang kapalnya penuh, mau gerak sulit. Lama perjalanan dari Muara Angke sampai Pulau Harapan adalah empat jam, sempat berhenti dulu di Pulau Pramuka yang ternyata hampir seluruh penumpang turun di pulau ini, tinggalah grup kami dan dua grup lagi yang stay melanjutkan ke Pulau Harapan. Dan saya sempat taken foto dari jendela tempat saya akhirnya bisa ambil napas dengan lega:



Pulau Harapan sebenarnya pulau yang tidak terlalu luas, penduduknya kalau diperkirakan tidak terlalu banyak namun dari ujung ke ujung rumah penduduk cukup padat. Pulaunya sendiri memang sepertinya hanya untuk tempat singgah para pelancong, namun pulau ini tertata dengan apik dan bersih. Orang-orangnya ramah sampai kita esok harinya pulang pun tetangga yang baru berpas-pasan bertanya, "Sudah mau pada pulang?"


Kami sampai hampir pukul 12, di rumah sewa sudah disiapkan makan oleh guide kami yang menyewakan rumah, huaaaa laapppaaarrr kelas berat karena tidak sempat sarapan, makanannya cukup enak, ikan pesmol, kentang balado, sop dan kerupuk. Sempat bersantai-santai dulu karena memang cukup lelah duduk berlama-lama dengan keadaan penuh penumpang. Namun setengah jam kemudian kami sudah bersiap ganti baju karena akan langsung melakukan perjalanan mengelilingi pulau di Kepulauan Seribu dan bersnorkeling ria dan mengejar sunset. Tujuan pertama adalah Pulau Macan, bukan ke Pulau Macan sih, tepatnya di depan Pulau Macan sebagai spot snorkling, hmmmm tempatnya cukup bagus dan banyak ikan, karangnya besar-besar namun kurang luas dan berwarna seperti di Karimun Jawa, yah lumayanlah daripada spot snorkling di Phiphi island Thailand. Tujuan kedua adalah Pulau Bintang, lagi-lagi hanya di depannya, spot snorkling kali ini bedanya banyak bintang lautnya sampai guid kita menyelam untuk membagikan satu-satu pada kami bintang laut tersebut, baiknyaaa.... Perjalanan begitu ramai ada Mamah Dedeh a.k.a Mbak Angie yang lebih tua dari kami semua, orangnya ceriwis dan paling seksi, hahahaa bak seorang model foto-foto diatas perahu yang sedang melaju dengan memakai bikini, kerrreeeennnnn anak muda juga kalah deh... :))



Selanjutnya kami di bawa ke Pulau berpasir putih halus di Pulau Kayu Aggin Melintang, tempatnya baaggguusss kayak di Karimun Jawa (tetep compare, hehehe), seperti biasa dong karena tempatnya kece langsung aja sesi foto dimulai, jepret..jepret..jepreeett....









Lalu usai sesi foto lanjut kami mengejar sunset di Pulau Bulat punyanya Mbak utu Soeharto itu...





Malamnya kai BBQ di rumah guide kami, sayang malam itu kami baru saja makan malam yang sudah disediakan di rumah sewa, jadi nampak sedikit percuma, tapi gpp lumayan untuk referensi... :)

Hari kedua kami setelah makan pagi disediakan dan disantap melanjutkan ke Pulau Putri untuk melihat Aquarium Bawah Laut dan Pulau Bira, sebenarnya di jadwal kami akan ke Pulau Papateo, namun waktu tidak cukup karena kapal kami pulang sudah terjadwal jam dua belas siang.

Pulau Putri








Pulau Bira






Itinerary dan Biaya

Dear all,

Terlampir estimasi perhitungan untuk trip ke Pulau Harapan tanggal 06 -07 Oktober 2012.
Estimasi pengeluaran Rp. 3.880.000, dibagi 12 orang jadi Rp. 323.333 pembulatan Rp. 325.000. (tambah 25ribu lagi untuk tiket masuk Pulau Putri) jadi total Rp. 350.000 ditambah tambahan per orang Rp. 10.000 untuk Guide, total Rp. 360.000.

Itinerary sbb :

Hari pertama
Jam 06.00 WIB berkumpul di Pelabuhan Muara Angke
Jam 07.00 WIB perjalanan ke Pulau Harapan
Jam 11.00 WIB sampai di Pulau Harapan
Jam 11.30 WIB   check in
Jam 12.00 WIB ISOMA
Jam 12.30 WIB keliling Pulau Macan, Pulau Bintang, Pulau Kayu Angin Melintang, Pulau Bulan. Snorklinggggggggg dan mengejar sunset
Jam 18.00 WIB kembali ke penginapan, mandi-mandi, sholat, makan malam
Jam 20.00 WIB kita barbequannnnn sampai puasss
Jam 22.00 WIB bobo dulu laaa yauuu buat persiapan hari kedua

Hari kedua
Jam 05.00 WIB bangun pagi, sholat bagi yang menunaikan, sunrise
Jam 06.30 WIB makan pagi
Jam 07.00 WIB keliling ke Pulau Putri, Pulau Bira, Pulau Papateo
Jam 12.00 WIB sampai di Pulau Harapan , persiapan kembali ke Jakarta
Jam 13.00 WIB perjalanan ke Pelabuhan Muara Angke
Jam 16.00 WIB sampai ke Pelabuhan Muara Angke dan kita berpisah menuju rumah masing-masing tapi masih bisa trip bareng kok heheheh

NOTE:

1. Selama perjalanan total biaya yang dihabiskan untuk ongkos-ongkos PP Anke + tour Pulau Harapan +/- Rp. 500.000
2. Hukum fardu untuk jalan-jalan adalah memakai pakaian eye catching agar hasil foto lebih berwarna, jangan lupa kaca mata karena pannaaassss, plus sun block biar gak gosong-gosong amat.

Happy Travelling Travellers :*

x.o.x.o @hei_L

Wednesday, April 11, 2012

Aku dan Jogja


1. With my Mom @ Borobudur Temple. Shirt: Dagadu, Pants: Logo Jeans, Shoes: Charles & Keith, Watch: Swatch, Neckle: unbranded from Jogja, Headbands: Matahari.

2. Waiting for Gudeg Jogja, taken by my Mom. Top: Topshop, Pants: Logo Jeans, Shoes: Lalanta from Chatuchak market, Bangle & Neckle: Unbranded from Jogja

3. "The Personals" Family Gathering Biro Hukum & Adm. Perusahaan

4. The View from the top @ Baron Kukup Beach

5. Posing after lunch with my Mom, she more adorable than me, isn't? :* Biker Jacket: Unbranded from BTC, Top: CK, Bags: Charles & Keith




Akhirnya setelah hampir setahun saya bisa ngerasain lagi yang namanya piknik, yah walaupun kemarin itu bukan berasa piknik tapi ngabisin waktu di perjalanan Cikampek - Jogja. Sebenernya gathering kantor ke Jogja bakal seru kalau gak pake nyasar pas mau ke Pantai Indrayanti (yang akhirnya nyasar dan memutuskan ke pantai Baron Kukup aja). Perjalanan ke pantai yang jauh dan bikin mual dengan kondisi capek 12 jam di bis yang dingin ditambah jalanan super nukik turun naik dan belok-belok plus jalannya sempit, total banget capeknya ditambah bikin mood hilang sampai pantai lautnya lagi pasang dan lagi-lagi saya harus merelakan henpon kena air laut (lagi), eeerrggghhh seperti kutukan kalau kemana-mana gadgetnya pasti ada yang rusak.

Sebaiknya kita skip bagian yang buruk-buruk, let share our happy moment... :D Sebenernya saya pengin flashback waktu ngetrip Karjaw-Jogja-Semarang 2010 sih, bagian Jogjanya aja ya kan belum pernah diceritain... Ada untungnya jalan-jalan ke tanah orang jalan kaki, kenapa??? karena kelebihannya jalan kaki kamu jadi merhatiin setiap detil daerah tersebut dan bakal inget, yaahhh walaupun pengorbanannya kaki tales bogor kamu jadi semakin kayak pohon palem botol, hahaha :)) but that was true, 2nd time i went there saya lebih paham daerah Malioboro, stay tetep di daerah Sosrowijayan walopun yang pertama tinggal di guesthouse yang kedua di Grage Hotel...

Jogja buat saya adalah surganya tempat aksesoris, yaaayyyy gelang-gelang dan kalung udah pasti diembat di sepanjang kaki lima arah Sosrowijayan ke Mirota Batik depan pasar Bringharjo. Tawar-menawar harus pinter, mas-masnya juga kasih harga "ngegetok" kok, tenang aja namanya juga nawar, kalo dia kasih tandanya dia masih punya untung, contoh gelang kayu yang dihargai satunya 10rb jadi bisa dapet 3, lumayan banget kan hemat 20rb kita... Kenapa saya datang ke Mirota? simple answer: paling lengkap. Mulai dari kain batik yang murah sampe sutra ada, kaos, kerajinan tangan sampai cokelat yang heboh emak saya omongin masuk TV gegara anak kecil yang namanya Nizam itu ngomong di acaranya padahal itu rasa cokelat kayak cokelat ayam jago jaman saya kecil dulu, bedanya cuma ditambahin kacang doang, yaahh namanya juga emak-emak pemirsaahh, jadi harus dibeliin deh.. (posisi cokelat ini ada di deket kasir yang belum tau, soalnya temen saya juga gak nemu padahal pengin beli). -__-"

Ngomong-ngomong Mirota, disitu ada yang jual kaos kan, harganya 45rb, dari 2tahun yang lalu gak ada perubahan atau saya mungkin ya yang gak ngeh kalau motifnya gitu-gitu aja. Gak ada salahnya kalian datang ke Dagadu, tapi yang asli bukan yang abang-abang sepanjang Malioboro itu (eh bukannya mengurangi rezeki abang-abang itu ya terserah juga si), cuma yaa siapa yang gak tau Dagadu sih, Jogernya Bali lah bisa dibilang, harga kaosnya disekitaran 70rb.. Dagadu asli adanya..... sebentar saya harus jelasin terperinci buat yang gak tau: dari stasiun kalian terus lagi ke arah perempatan tugu (yang ada patung tugu), dari situ terus lagi dihitung 3 gang dari tugu ada gereja disebelah seberang kanan, nah kalian  belok gang ke-3, tanya-tanya deh gak jauh kok... (Ini pengalaman ingatan saya jalan kaki jadi masih nempel, kalau pake becak ditungguin 20rb PP kok, kalau naik delman 60rb tapi masih bisa ditawar tapi saya males nawarnya).

Dimana sih beli Gudeg?? kalian bisa naik becak karena saya gak tau tempatnya, namanya gudeg Wijilan, kemarin tanya ke Bapak becaknya malah dibawa ke tempat gudeg lain karena memang gak bilang juga gak tau namanya. Nah jadi jangn bingung kayak saya, gudeg Wijilan ternyata udah dari dulu dan sangat terkenal. Ada juga gudeg kalengan sekarang yang tahan 3 tahun (katanya) nah kalau yang ini bisa tanya ke orang Jogja asli deh belum dapet infonya.

Borobudur dimana? kayaknya jauh ya kalau dari Malioboro, saya juga gak tau, yang pasti sama halnya di Khaosan Bangkok, ada travel agen tour 1/2 hari, kalau gak salah 3 tempat bayar berapa ratus ribu gitu, akalau gak salah lagi under 200rb... Kalau yang mau ke Prambanan sih gampang, naik Trans Jogja dari halte Malioboro situ sampe halte Prambanan deh, jalan sekitar 10 menit sampe lah kamu, pulangnya begitu lagi. Bayarnya: lupa!! :)) yah under 10rb lah sekali jalan...

Bisa kemana lagi selain Borobudur dan Prambanan? Taman Sari, deket dari Malioboro, kalau jalan sekitar 20-30 menit, lumaayyyyyaaaannnnn banget kalau jalan, lewatin alun-alun Keraton dulu, terus jalan lagi kesononya.... Intinya waktu pertama kali ke Jogja kemaren yang namanya Taman Sari ini gak sengaja nemu gara-gara jalan kaki yang jauhnya bikin pegel ini, lumayan lah ada tour guidenya bayar sukarela kamu. Sayangnya waktu ngejogja gak sempet ke Kaliurang dan Merapi, jadi belum tau lagi tempat-tempat lain di Jogja. Pokoknya masih ingin terus ke Jogja, belum pernah bosen. Jangan lupa makan di angkringan stasiun tugu yaa pas malem-malem... :)

Estimasi biaya 3D2N ala ransel:

Cikampek - Jogja (bis Lorena) = 175rb x 2 = 350rb (PP)
Homestay = 150rb/day x 2N = 300rb : 2 = 150rb/person
Sewa mobil +/- 350rb untuk 6 org untuk ke 5 tempat (gooling lah ya ada banyak), +/- 75rb kalo sedikitan.
Makan 50/day x 3 = 150rb
Biaya transportasi lain-lain Trans Jogja / becak = 100rb

Total = 350rb + 150rb + 75rb + 150rb + 100rb = 825rb

NOTE: Kalau mau murmer ala backpacker kuncinya satu sih, JALAN KAKI dan NIKMATI!!

Monday, November 28, 2011

Malaysia - Thailand - Singapore ala Ransel

Akhirnya datang juga mood buat nulis perjalanan perdana aku ke LN ini setelah sekian bulan berlalu...

Berawal dari obrolan sekadar dari temen-temen backpacker waktu ke Karimun Jawa, ternyata berubah menjadi serius, kalau kalian tau kehebohan persiapan kita adalah dari bulan Januari 2011 dengan keberangkatan tanggal 13 Mei 2011. Memang perlu persiapan yang cukup matang untuk perjalanan tanpa ikut jasa tour, buku-buku referensi udah tentu perlu. Yang saya baca adalah bukunya Ika Kaunang Malysia - Thailand - Singapura hanya dengan 2juta. Bener gak sih cuma 2 juta???? Mungkin aja, tapi seperti yang dibahas dibukunya 2 juta diluar biaya tiket pesawat yaa.... Disini saya bakal kasih tau persiapan apa aja yang perlu dilakuin.

Adain persiapan jauh-jauh hari, hunting tiket biar dapet murmer a.k.a murah meriah (tapi tetep aja saat itu saya dapet mahal karena baru pesen mepet-mepet bulan Mei, baru bulan April belinya.) Alasan lain persiapan dari jauh-jauh hari yaitu karena nyamain waktu cuti 5 kepala itu gak mudah, bikin deg-degan juga karena yang diperluin adalah 3-5 hari cuti, dan gak semua perusahaan segampang itu kasih izin cuti, luar biasa...

Pasti daritadi penasaran kan berapa budget yang benernya?? Kalau kata Ika Kaunang 2juta itu cukup memang cukup, tapi buat selama hidup disana belum termasuk tiket semuanya. Kata saya, kalau termasuk tiket bisa sampei 5juta itu udah termasuk mepet banget yaa, sebenernya bisa juga sih 4jt tapi sesuai harga, mungkin kalau saya dan temen-temen bisa ikut tour 1/2 hari di Phuket kalian gak ikutan perjalanan ini. atau di Singapur tanpa menginap seperti 2 orang teman saya yang pulang terlebih dahulu selain karena cuti .Disini bakal dijelasin itinerary dan pengeluaran selama perjalanan. Sekali lagi ngingetin, saya dapet harga tiket yang lagi gak promo, jadi jatuhnya lebih mahal, kalau kalian beruntung dan lebih matang persiapannya pasti bisa dapet yang lebih murah.

TIKET PESAWAT PP

Air Asia         :   474,000 (JKT-KL)
                         583,198 (KL-BKK)
Jetstar           :  474,890 (Phuket-SING)
TigerAirways: 62 SGD x 7000 (SING-JKT) (tergantung kurs) = 434,000
Total          1,966,088 ~> sudah termasuk airport tax.


ITINERARY



INDONESIA
Jum’at 13 Mei 2011
04.00                           Berangkat
05.00                           Check in di Soetta
06.30                           Take Off

~> Taksi Matraman - Soetta = 150,000 / 5 = 50,000


MALAYSIA
Jum’at, 13 May 2011
09.25                           Depart
11.30                           KLCC + Central Market + China Town
14.00                           LCCT + Check In + Makan siang
15.30                           Take Off

~> Perkiraan hanya transit 6 jam tukar ringgit 100 x 3000 = 300,000 sebenarnya cukup 50 ringgit  / 150,000 untuk bayar tiket bis dari bandara ke KL Central naik kereta sampai Petronas + maksi di McD bandara, cukup tapi mepet kalau 50 ringgit kalo gak cukup McD beli roti boy.


THAILAND
Jum’at, 13 May 2011
16.40                           Depart
17.00                           Imigrasi
18.00                           Check In di guest house Shivarin
19.00                           Dinner
20.00                           Free time

~> Dari bandara naik Airport Bus 150 THB per person x 300 = 45,000 Shivarin Guest House 750 THB x 300 = 225,000 / 2 = 112,500/person/night. Nanti tanya dan bilang sama driver/kernetnya mau ke Soi Samsen (near from Khaosan rd). Dinner @ 7-11 nasi goreng + sosis panggang + kopi sekitar 50 THB x 300 = 15,000. Total 45,000+112,500+15,000 = 172,500

Sabtu, 14 May 2011
06.00                           Bangun
07.00                           Sarapan
08.00                           Wat Pho (price: 50baht)
10.00                           Grand Palace (ikut tour atau bayar 350baht)
12.00                           National Museum (price: 20baht) (canceled)
14.00                           Wat Arun + makan siang + Lumphini Park (canceled)
15.00                           Chao Praya-Wat Arun-Wat Traimit-Wat Benchamabophit-Wat Inthara
                                    Walking tour chinatown (tentative) (canceled)
17.00                           MBK, Suan Lum Night Bazaar, jalan-jalan sekitar
                                    Rambutri Road (Soi Rambutri), Khaosan road
14.00                           Tidur

~> Sarapan = gratis, Wat Pho 50THB x 300 = 15,000 Grand Palace = 350THB = 105,000 Tuk-tuk = 20THB/person x 300 = 6,000 Mineral Water 10THB = 3,000 Lunch @ 7-11 Nasgor+sosis+kopi sekitar 50THB = 15,000. Perahu motor ke MBK, Suam Lum night Bazaar sekitar 10THB = 3,000 Tuktuk dari MBK ke Rambutri Rd 30THB/person = 9000. McD-ing sekitar 150THB = 45,000. Thai massage tangan kaki punggung di Rambutri sekitar 200THB x 300 = 75,000 tips 20THB = 6,000 Dinner di Sawasdee restaurant, Soi Rambutri sekitar 150THB = 45,000 Roof Terrace Restaurant, Khaosan rd 1 gelas cola+long island sekitar 150THB = 45,000 penginapan 112,500. Total : 15,000+105,000+6,000+3,000+15,000+9,000+45,000+3,000+75,000+6,000+45,000+45,000+112,500 = 484,500
Minggu, 15 May 2011
06.00                           Bangun
07.00                           Sarapan
08.00                           Chao praya river (canceled)
10.00                           Check out Sivarin Guest House
11.00                           Chatuchak market
13.00                           Klong Sa Bua Floating Market dan Water Theater+lunch (canceled)
16.30                           Waiting for the bus to phuket + makan malam
18.50                           Berangkat ke phuket

~> Sarapan gratis, Taksi dari Soi Samsen ke Chatuchak PP 180THB : 5 x 300 = 10,800 Lunch 15,000 Tuk-tuk 30THB = 9,000 Bis Bangkok - Phuket sekitar 9 jam 700THB x 300 = 210,000 dinner + cemilan 30,000. Total = 10,800+15,000+9,000+210,000+30,000 = 274,800

FYI: Di pasar Chatuchak ini sila dikira-kira pengeluaran pribadi kamu untuk belanja dan oleh-oleh, surganya belanja :)

Senin, 16 May 2011
09.00                           Phuket+check in di lub sbuy guest house
10.00                           jalan-jalan Phuket Old Town, Patong Beach, Kata Beach
17.00                           Balik ke hostel dan istirahat
19.00                           Simon Kabaret Show
21.00                           Balik ke hostel & istirahat (free time)

~> brunch 15,000 Penginapan 400THBx300 = 120,000 Tour 1/2 hari 1200THB/5x300 = 72,000 Kelapa Muda 60THBx300 = 18,000 Makan sore di Promteph 150THB = 45,000 Dinner 15,000 Simon Cabaret 800THB = 240,000 take a pic with a shemale: 40THB = 12,000. Total: 15,000+120,000+72,000+18,000+45,000+15,000+240,000+12,000 = 537,000

Selasa 17 May 2011
07.30                                                      Dijemput org dari phukethotdeals tour
08.00 – 17.00              Phi phi island tour
18.00                           Balik ke hostel
19.00                           Tentative

~> sarapan 15,000 Tour sehari PhiPhi Island 1000THB = 300,000 (include lunch, nego harga from 1200THB) Dinner di pasar khusus muslim jalan sekitar 10-15 menit 15,000. Total 330,000

Rabu, 18 May 2011
06.00                           Bangun + Mandi + sarapan
07.00                           Berangkat ke Phuket airport
08.00                           Check in
09.45                           Boarding

~> sarapan 15,000 Government bus to Phuket Airport sekitar 20THB = 6,000 Total = 16,000

SINGAPORE
12.30                           Sampai Changi airport + Imigrasi
13.00                           Check in G4 Station Guest House
16.00                           Orchard road
22.00                           Tidur

~> Taksi Changi - GH = SGD 18x7000 = 126,000/person, Penginapan SGT 36x7000/person = 252,000 Dinner McD-ing sekitar SGD 15x7000 = 105.000 mineral water 21,000. Total: 126,000+252,000+105,000+21,000 = 504,000


Kamis, 19 May 2011

08.30                           Off to Marina Park
12.00                           Lunch
13.00                           Off to Sentosa Island/Universal Studio
15.30                           Check out, off to Changi Airport
18.25                           Boarding

~> Sarapan gratis, Taksi form Litle India to marina Park (lupa) sekitar SGD 20x7000/person = 140,000 Lunch McD-ing 105,000 Taksi Marina Park to Sentosa island (lupa) sekitar SGD 15x7000 = 105,000 Taksi dari Penginepan ke Changi sekitar SGD 18 = 126,000 Taksi dari Soetta ke Pramuka - Pasar genjing 100.000. Total 140,000+105,000+105,000+126,000+100,000 = 576.000

GRAND TOTAL SELAMA PERJALANAN:

1,966,088 + 50,000 + 300,000 + 172,500 + 484,500 + 274,800 + 537,000 + 330,000 + 16,000 + 504,000 + 576,000 = 5.210.088


ALAMAT GUEST HOUSE / HOSTEL:


Sivarin Guesthouse (recomended)
11/1 Soi.SamSen3, Samsen Rd
Watsampraya, Phranakorn
Bangkok
Thailand
p. + 66 86 322 5793
e. sivarin_guesthouse@hotmail.com

Date Room Details Per Bed Pax Total
Fri 13th May 2011 Standard 3 Bed Family Room ฿250.00   3 ฿750.00
Fri 13th May 2011 Deluxe Double Bed Private Shared Bathroom ฿375.00   2 ฿750.00
Sat 14th May 2011 Standard 3 Bed Family Room ฿250.00   3 ฿750.00
Sat 14th May 2011 Deluxe Double Bed Private Shared Bathroom ฿375.00   2 ฿750.00
Total: ฿3000.00
10% Deposit US$10.59
Service Charge: US$2.00
Charge on Card (Service Charge + Deposit): US$12.59
Amount Due On Arrival: ฿2700.00


~> Dekat dengan Khaosan Road, jalan kaki butuh 10 menit, untuk beristirahat suasananya tenang dibanding Khaosan Rd yang ramai, dapat sarapan, share bathroom tapi bersih dan sedia shampo sabun free wifi yang lancar jaya. Dekat dengan 7-11 buat yang muslim susah cari makanan tanpa babi mending frozen food dipanasin langsung. Fyi yang punyanya masih muda dan ramah, suaminya ganteng, hehehee.... (tetep)


 


Lub Sbuy Guest House (recomended)
183/79-80 Phang-nga Road
A.Muang, Phuket
Phuket
Thailand
p. + 66-76 232210
e. info@lubsbuy.com


Date Room Details Per Bed Pax Total
Mon 16th May 2011 Standard Double Bed Private Ensuite ฿400.00   2 ฿800.00
Tue 17th May 2011 Standard Double Bed Private Ensuite ฿400.00   2 ฿800.00
Total: ฿1600.00
10% Deposit US$5.57
Promotion: -US$5.00
Service Charge: US$2.00
Charge on Card (Service Charge + Deposit): US$2.57
Amount Due On Arrival: ฿1440.00



~> Hostel selama di Phuket, tempatnya kayak Formule 1 / Amaris tapi lebih besar karena 2 bed (gambar pojok kiri bawah) untuk 2-4 orang kalau satu kasurnya mau berdua dan ngepas. Dekat dengan terminal bis Phuket jalan kaki 5 menit kalau mau ke Bandara Phuket tinggal naik government bus warna kuning. Dekat dengan 7-11, sayang wifinya kacau gak bisa pake tapi ada sewa internet / jam 4rb. Fyi: tanya ke pegawainya kalau mau tour setengah hari ke Kata Beach, Karoon, Pathong sama Prompteph (sekitar 1200 baht untuk 5 orang).

 

 

















G4 STATION Singapore (kawasan Litle India)

11 Mackenzie Road, Singapore 228675
(opposite of Rex cinema)
Phone: +65 63345644 (24-hours)
Email: info@g4station.com
Web: www.g4station.com


Price:

room type price
Private double room    S$80/room/night
2-bed mixed dormitory  S$36/pax/night
4-bed mixed/female dormitory S$33/pax/night
6-bed mixed dormitory S$30/pax/night
8-bed mixed dormitory S$28/pax/night

~> Bukannya mau mengecilkan, tapi kenyataannya kamar disini memang kecciiilllll, beda banget sama di Thailand, di G4 ini berasa di kandang ayam, TKW gagal yang disekap, heuheuheu... Lokasinya di Litlle India, dekat dengan Orchard Road, cuma lurus ke belakang jalannya lumayan. Tempatnya strategis and free wifi, sangat tenang gak berisik. Tapi saya kurang suka kamarnya.




Cerita Perjalanan...




Saya, Diah (teteh), mbak Tamy, mbak Diah dan Lea sehari sebelumnya semua menginap di rumah mbak Tamy, ketawa-ketiwi liat bawaan masing-masing, pasti aja selalu bermasalah dengan packing, ngerasa kebanyakan bawa baju atau apalah... (Packing ala ransel andalan saya adalah baju dilipet terus digulung sampe kecil). Esoknya jam 3.30 semua sudah bangun, mandi dan bersiap, taksi Blue Bird sudah menunggu jam 4.30 waktu take off jam 6.30. Kami memilih transit di Malaysia karena berhitung harga tiket bedanya bisa sampai 200rban ketimbang yang langsung ke Bangkok, Thailand (karena memang tujuan utama kami adalah Thailand). Kebetulan ini adalah perjalanan perdana kami berlima ke LN, sekali dayung dua tiga pulau terlewati mungkin cocok dengan perjalanan ini. Beruntunglah punya teman perjalanan seperti mbak Diah dan lea, mereka sudah memperhitungkan dan mengatur dengan baik waktu-waktu dan biaya yang diperlukan ke berbagai tempat.

Waktu transit kami di Malaysia adalah 6 jam, waktu yang sangat pas untuk sekadar mampir ke Petronas, kalau saya tidak salah ingat perjalanan dari Bandara naik bis sampai KL Central hampir sama kayak dari Cikampek ke Jakarta, kurang lebih 2 jam. PP sama dengan 4 jam, waktu yang diperlukan untuk foto-foto sekitar 45 menit karena harus diperhitungkan waktu kita di Bandara, proses imigrasi, makan dll. Perlu diingat juga untuk kalian mengenai perbedaan waktu, di Malaysia lebih cepat 1 (satu) jam, jadi jangan culun kalau kalian sampai lupa perbedaan ini dan ketinggalan pesawat berikutnya :D 




Fyi untuk yang takut bermasalah sama roaming telepon, waktu di bandara Malaysia sebenernya saya lihat ada booth XL, aku kira itu gakkan bermanfaat cuma diliat selewat, menurut info temen ternyata itu booth gratis buat dapet nomer sana, CMIIW yaa...


Sesampainya di Bandara Svarabhumi Thailand kami langsung mencari-cari nomer lokal untuk bisa dipakai, tapi sayangnya di Bandara mahal dengan paket-paketnya untuk sebulan (yang akhirnya kami bisa beli di Sevel manapun tapi juga gak fungsi, because it was holiday hey, gak berguna siang-siang juga, malem kita bisa pakai wifi buat bbman dan browsing-browsing). Dari bandara ke daerah Khaosan pakai Airport Bus, jangan lupa tanya-tanya kasih alamat yang di tuju ke sopirnya. Penginapan kami berada di Jl. Soi Samsen 3, Samsen Rd, near from Khaosan, sekitar 10 menitlah kalian jalan, enaknya disini gak bising, setelah seharian jalan-jalan ngabisin tenaga sampe nutup malem di Khaosan Rd. yang hingar bingar, Shivarin bener-bener cocok buat istirahat.




Gak salah kalau ada yang bilang Khaosaan Road and the surrounding areas is the centre of the backpacking universe. You liat boule dimana-mana, semuanya bebas, semuanya seperti orang-orang yang ingin jauh dari segala masalah, street dance, cafe full music sambil karoke, minum dengan bebas udah gak aneh, makanan pinggir jalan, tatto, thai massage, yang jual pakaian semuanya tumplek. Kalau siang-siang kalian kesini bisa diliat bawaannya boule-boule ini, banyak bangeettt... Ya karena mereka itu stay bisa sampai sebulan lebih, tas ransel yang tinggi dan besar, depan belakang, gak cewek gak cowok semuanya kuat-kuat, beda banget dengan saya yang bawa-bawaan yang memang berat banget juga, ransel setelah ditimbang di bandara 17kg, dahsyat bahu saya sampe rontok..


Di Bangkok sebenernya cuma ngandelin temple, candi-candi disini banyak banget, tapi the famouse one is Grand Palace, di dalemnya ada Emerald Budha, kebuat dari emas-emas dan seperti kaca-kaca yang ngebuat bangunan-bangunan itu seperti bersinar, disini kita gak boleh take foto karena Emerald Budha adalah tempat paling suci. Jangan mau ditipu sama orang-orang Thai, ini penting, di buku manapun bakal dibahas ini, udah terkenal sekali kelakuan buruk warganya, memang bukan semua orang Thai ya. Nanti biasanya ada yang pura-pura deketin kalian dan bilang kalau Templenya tutup, lebih baik kesana dianter tuk-tuk, blablabla... Ciri-cirinya gampang sih, awalnya mungkin gak akan ngeh dengan orang yang nanya kita yang kebingungan, helpful ngasih tau tempat, tapi kalau nanya tempat yang kita tuju gak akan pernah dikasih tau, yang ada diajak muter-muter, seperti yang kita alamin hampir habis 1/2 hari, bete deh gak sempet naik pasar terapung karena kita dikasih harga mahal, padahal setau kami murah meriah, daripada ditipu lebih baik lewatin aja. Jumlah penipu ini dalam sehari bisa lebihd ari 5 orang, diemin aja jalan cuek still yakin.



Kami ngerasa kalau susah cari makan. everywhere we're looking pork, ngendus-ngendusnya aja udah kecium banget. Maaf karena kami muslim, jadi satu-satunya jalan kita langganan Sevel buat dapetin nasi goreng beku yang diangetin dan satu potong sosis panggang, cukuplah...

Pasar Chatuchak adalah pasar terbesar disana, errrr apa mungkin di Asia tenggara kali ya, ini bener-bener besar, saya yang belum pernah kesana dan gak persiapan baca-baca tentang Thai serasa lost in the market, gak semua dikelilingin, jangan takut kehabisan uang, ada atm machine yang bisa ngeluarin uang kalian dari tabungan, pokoknya surga belanjjjaaaaaaa.... :p Jangan lupa, Chatuchak adanya cuma di hari Sabtu dan Minggu, jadi buat jadwal perjalanannya yang pintar ya!!


~> sebaiknya kalau beli oleh-oleh di pasar ini aja, karena biasanya waktu kita naik tuktuk akan dibawa ke pusat oleh-oleh, mereka udah kongkalikong, err apa ya namanya, udah joinan, harganya lebih mahal dan cuma buat capek, sebaiknya kalian menolak tegas, tapi karena waktu itu kami ngerasa kasihan juga mau aja dibawa kesana, mana driver Tuktuknya kayak Bertrand Antolin sama Ricky Haru, hehehheee ini serius mereka mirip.


Kalau kalian mau ke Suam Lum Night Bazar atau MBK, mall terkenal disana, cobain deh pake perahu motor lewatin sungai, sebenernya kayak kali-kali di Jakarta yang hitam-hitam itu, tapi karena dijadikan area transportasi sudah pasti dibersihkan dan tidak berbau, seru juga naik ini, murah dan pastinya Thai banget kali ya... Kalian kalo mau cantik-cantik gak mau cape sudah barang tentu ada taksi di Thai sana, jadi jangan takut.


Sayang waktu kita gak banyak, padahal setiap harinya jadwal kita bener-bener padet dari pagi sampe ketemu gelap, sekitar Maghrib kita istirahat buat makan dan mandi, langsung pergi lagi, karena moto kita ngapain kalian capek-capek ke negeri orang cuma buat tidur-tiduran, hahahaa padahal kaki udah teriak-teriak kecapean. Kami cuma sempat mampir ke Grand Palace, Wat Po, Khaosan, Rambutri Rd, Chatuchak selama di Bangkok karena kami masih harus meneruskan perjalanan darat pake bis ke Phuket.


Bangkok - Phuket rasanya seperti dari Bandung ke Semarang, sekitar 8-9 jam. Tiket bis bisa beli di agen-agen di kawasan Khaosan, satu bis itu isinya boule semua, cuma kami dan dua orang Jepang yang berwarna kulit asia. Gak ada hari tanpa minuman, kalau kami nenteng-nenteng air putih, miras bagi mereka serasa air putih kali ya, kalau boule ketemu boule walaupun gk kenal ramahnya kayak udah ketemu temen lama. Seru juga ngeliatin tingkah-tingkah mereka, kebiasaan jelek menurut saya adalah ada boule cewek entah dari mana waktu di bis naikin kakinya ke jendela, errgghhh sangat gak sopan kan keliatannya, ya mungkin bagi dia gak biasa. Kami berangkat sekitar jam 7-8 malam, sampai Phuket jam 6 atau 1/2 7 pagi, berhenti di agen kecil lalu diantar ke terminal Phuket. Boule-boule itupun pisah, mungkin mereka mau ke Krabi (sayangnya kami gak ke Krabi dan Pattaya).


Sampailah kmi di Lub Sbuy guest house, jalan kaki cuma 5 menit dari terminal, bener-bener deket. Istirahat sebentar untuk sekadar rebahan, sarapan dan mandi karena motto kami tadi gak mungkin lagi liburan cuma tidur-tidur. Tanya-tanya ke orang guest house ternyata join sama yang punya travel, setengah hari untuk 4 tempat. Kata beach, Patong beach, Karoon beach dan Prompthep beach. Disini kita hanya diantar, jadi tidak ada guide, masing-masing tempat mungkin hanya 1/2 - 1 jam, tapi di Promteph kami berlama-lama menikmati senja yang indah disana sambil makan yang "bener, akhirnya kita nemu nasi putih dan bisa makan yang bukan frozen food, seperti ini:




Malamnya kami menyempatkan diri untuk menonton shemale-shemale Phuket di Simon Cabaret, harga tiketnya 700-800 baht, kalau kata saya menghibur karena belum pernah lihat mereka-mereka ini, tapi kata temen kinda boring dari tengah acara sampai akhir... Ini dia shemale yang tercantik kalau kata aku sih...






Esoknya kami sudah siap untuk tour seharian ke Phiphi island, yang terkenal karena film The beach itu, yeaahh batu-batu besar dan air hijaunya menjadi daya pikat, keren memang.... Sayang waktu snorkling di tengah-tengah laut sebelum sampai ke Maya Bay bukan tempat yang cocok, arusnya deras bikin capek, baru aja nyemplung boule-boule Jepang atau entah Chinese dan ada 1 Indonesia yang kecapean dan terpaksa saya tolongin. Over all Phiphi island memikat.


Malamnya dari Phiphi island ada kejadian yang bakal diinget, kita diantar ke Pasar Malam salah satu daerah di Phuket, sayangnya kita percaya aja bahwa tempat itu deket dari Guest House (yang pada kenyataannya cukup jauh). Setelah jalan-jalan dan mau pulang munculah kendala, gak ada Tuktuk atau taksi disana, adanya ojek motor biasa, nah kita kan bingung, mahal juga, kan kita pikirnya deket. Akhirnya kami menjauhkan diri dari pangkalan ojek, jalan ke sebrang dan tanya-tanya ke penjual pinggir jalan. Tanya ke yang satu gak tahu, sampai akhirnya ketemu seorang ibu pakai jilbab, saya kira ibu itu penjual, ternyata beliau pembeli. Dengan baiknya ibu itu nanya ke suaminya, dan memaksa suaminya yang keliatan keberatan mengantar karena mobil memang terlalu kecil sampai anak-anaknya di tumplek di belakang tanpa kursi padahal ada yang sakit, kasihan juga, tapi ibu itu bener-bener baik gak tega liat kita sama-sama melayu kebingungan di tengah jalan. Allah pasti ngebales kebaikan Ibu dan keluarganya tersebut berlipat-lipat. :)

~> orang Thailand pribumi yang baik (gak nipu) mereka bener-bener helpful, mereka bener-bener tunjukin tempatnya.. Tengah jalan tanya cewek masih muda padahal jalannya bergegas, dia mau anterin kita ke tempat naik perahu motor, bukan ditunjukin lagi. Ada lagi yang gak bisa bahasa inggris, tapi pake gerakan tangan kasih gambaran dengan jelas disaat temen yg lain dideketin sama yang nipu.

Selesai sudah perjalanan di Thai ditutup dengan Phiphi island dan lost di Pasar Malem, esok paginya kami sudah harus berangkat ke Singapore. Mbak Diah dan Lea sayangnya harus pulang lebih dulu karena jatah cuti yang gak mungkin lebih panjang. Saya, Teteh dan Mbak Tamy yang biasanya tinggal terima beres kelimpungan selama di Spore, untung saja kita hanya sekedar ingin tau seperti apa sih negeri Singa ini. Hehehe sempet lost juga si sampe sana, berniat ke Orchard Rd yang harusnya tinggal luurrruuussss ini malah muter-muter, tapi untungnya kami bertiga liat bangunan-bangunan unik. Gak perneh nyesel liat suatu tempat baru. :)

Singapura ya seperti Jakarta yang lebih tertata dengan rapi, ngga ada sampah, semuanya berrrsssiihhhh... Dan Singapura lebih mentingin fashion, liat aja orang-orangnya, beda dengan di Thailand, lebih cuek.




Oiya, sekadar ngingetin, jangan lupa untuk selalu bawa kertas alamat kalian tinggal, dan juga nomer telepon, jadi kalau ada apa-apa di jalan bisa minta tolong orang, dan di bandara kalau kita stay beberapa hari harus isi form tinggal di alamat mana.

Semoga ransel saya ini selalu kuat, gak capek, masih mampu keliling daerah lainnya. Next destination: Derawan, Borneo. Selamat ngeransel. :)




~> P.S: boleh copast asal tulis linknya www.ngopi2kueserabi.blogspot.com okay.